[Oneshoot] My Lovely Devil

Tittle : My Lovely Devil
Author : Kim Jiyeon
Cast :
• Jung Jessica
• Kim Jaejoong
• Tiffany Hwang
• Kim Taeyeon
Genre : Romance, Comedy
Rated : PG
Length : Oneshoot

JaeSica

“Mianhae~ aku tak bisa pacaran denganmu.”

Jessica mencengkram kuat kerah bajunya seraya tersenyum getir. “g-gwaenchana.” ucapnya kemudian. Setelah itu, namja itu pun berlalu. Dia masih berdiri mematung di gedung belakang sekolahnya itu. Dia baru saja menyatakan perasaannya pada seseorang yang disukainya –Lee Junho. Dan baru saja dia mendapatkan penolakan langsung dari orang tersebut. Pipinya basah.

“Aku tahu ini pasti akan terjadi lagi,” gumamnya sambil sesekali menyeka air matanya. “tapi… aku sudah ditolak 9 kali berturut-turut,”

“apa yang salah dari-ku?”

“Tampangku? Atau karena aku terlalu kurus?” lanjutnya yang sekarang tidak bisa menyembunyikan tangisnya lagi. Dia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Isak tangisnya mulai terdengar jelas. “Kalau begini caranya.. seumur hidup pun aku tidak mungkin bisa punya pacar” ucapnya lagi –terisak.

Tuk!

Seseorang menjitak kepalanya. Lalu kemudian terdengar jelas di telinganya suara ‘seringaian’ yang diyakini Jessica pemilik seringaian itu adalah orang yang menjitaknya tadi.

Dengan segera dia menghapus air matanya lalu mendongakkan kepalanya. Melihat siapa orang yang berhasil membuat mood nya makin memburuk.

“Kenapa bicara sendirian?” tanya orang itu sambil tersenyum manis –seorang namja!

“KAUU!!!”

“Kau kenal aku?” tanya namja itu sambil memasang tampang bodoh nya. Jessica menggeram kesal melihatnya. “mana ada siswa atau siswi yang tidak mengenalnya? Namja iblis yang bisanya hanya mencampakkan yeoja dengan mudahnya dan tanpa tampang bersalah sedikitpun” racaunya dalam hati. Dia menatap tajam namja dihadapannya itu. Namja itu hanya memasang expresi datarnya.

“Buat apa kau menangisi namja bodoh seperti itu?” tanya namja itu –lagi. Dia menatap Jessica tajam.

Jessica mengepalkan tangannya. “Apaan sih?!! Dasar Iblis!!” bentaknya.

“Iblis apaan?” balas namja itu yang berniat menggoda Jessica. dan kali ini dia kembali mengeluarkan seringaiannya.

“benar-benar namja mood wing!” gerutu Jessica dalam hati.

Piip.. piip.. piip..

Namja itu merogoh saku belakangnya –mengambil handphonenya. Dia menatap handphonenya lama sambil mengernyit –bingung. Hal itu berhasil mengubah tatapan tajam Jessica menjadi senyuman jahil.

“Ckckck.. kau pasti tidak tahu siapa yang menelepon mu itu,” Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya. Namja yang berada beberapa meter didepannya itu.. Kim Jaejoong. langsung memelototinya. Namun, Jessica pura-pura tidak mengetahuinya. “Capek yaaaa.. kebanyakan punya pacar sih~.” lanjutnya sambil menatap Jaejoong jahil.

“Memang benar!” tanggap Jaejoong sombong, “cuek saja lagi~”. Kemudian dia menghempaskan badannya untuk duduk dihamparan rumput.

Jessica menatap Jaejoong kesal. dia mencibir tidak jelas.

“Tak ada gunanya terus memaksa.” ucap Jaejoong tiba-tiba.

“Apa lagi maksudmu?!”

“Percintaan sama dengan permainan. Maka, untuk menaklukan permainan tersebut kau harus menguasai tekhniknya.” Kemudian Jaejoong merenggangkan anggota tubuhnya. Jessica berjalan perlahan mendekatinya, lalu duduk disebelah namja yang sudah nyaman dengan posisinya yang sedang tiduran itu.

“Jadi ada tekhniknya?”

“Tentu saja!” tanggap Jaejoong singkat tanpa membuka matanya yang sudah tertutup.

“Apa itu? Apa aku juga bisa menguasainya?”

“Mana mungkin.” tanggap Jaejoong lagi dengan singkat. Jessica mengelus dadanya “sabaarr~” ucapnya dalam hati.

“Kalau begitu ajari aku!” pinta Jessica. Dia sangat berharap namja disampingnya itu mau mengajarinya tekhnik cinta itu.

“Mana mungkin bocah seperti mu belajar tekhnik cinta. Lupakan saja!” balas Jaejoong sambil membuka matanya, kemudian langsung menatap Jessica dengan tajam

Jessica mengembungkan pipinya kesal, “Sahabat macam apa kau?! membantu ku saja tidak mau! Aku kan sahabat mu sejak kecil!!” sungutnya kesal.

Jaejoong menatap-nya sendu. Lalu dia membuka lebar mulutnya –menguap.

Jessica yang melihat respon Jaejoong tersebut langsung menjambak rambut Jaejoong dengan penuh perasaan *?

“Uwaaa~ kya! Jung jessica.. LEPASKAN!!”

“Tidak mau! Sampai kau bilang ‘iya’ untuk mengajariku cara mendapatkan namjachingu!” bentak Jessica balik. Dia menguatkan cengkraman tangannya pada rambut Jaejoong.

“Yak! kau kan yeoja! Yeoja tidak perlu mempelajari hal-hal seperti itu!” ucap Jaejoong sengit. –sambil berusaha menyingkirkan tangan Jessica.

“Kenapa tidak?!!”

“Kau tunggu saja sampai ada namja yang menyatakan perasaannya padamu!!”

“Tidak mau!! Menunggu itu hal paling menyebalkan! Dan aku, ingin aku yang menyatakan perasaanku pada orang yang aku suka itu!” bentak Jessica panjang lebar tanpa melepaskan tangannya dari rambut Jaejoong. Sedangkan Jaejoong masih berusaha menyingkirkan tangan Jessica tersebut. Sambil sesekali mengerang kesakitan.

“Memang apa yang salah dariku..?” suara Jessica memelan. Dia mulai merenggangkan cengkraman tangannya. “Aku serius menyukai mereka. Jadi aku ingin bilang suka pada mereka.” lanjutnya pelan.

Dengan segera Jaejoong menyingkirkan tangan Jessica. Dia langsung menatap kearah Jessica yang sedang menunduk –terisak. Dia menghela nafas pelan.

“Baiklah!” tanggap Jaejoong akhirnya. Jessica langsung mendongakkan kepalanya kembali. Dia menatap Jaejoong dengan senyum senang.

“Baru seperti itu saja sudah senang sekali. Dasar bocah!” cibir Jaejoong.

-o0o-

“Jadi hari ini kamu akan diajari tekhnik cinta?”

“Ne! aku pasti bisa!” Jessica mengepalkan tangannya –semangat.

“Optimis sekali.” tanggap Taeyeon.

“Harus!”

“Ahhh~ tidak seru!” kata Tiffany tiba-tiba.

“Tidak seru apanya?” tanya Jessica bingung.

“Tidak seru kalau Jessica sukses dalam cinta!”

“Yak! Hwang Miyoung! Kau tidak suka melihat temanmu ini senang, huh?” kesal Jessica. Tiffany hanya cengengesan tidak jelas.

“Jangan terlalu bersemangat.” ucap Taeyeon –lagi.

“Kenapa kalian seperti tidak mendukung ku begitu…” Jessica mengubah tampang semangatnya menjadi tampang yang suram. Tiffany dan Taeyeon saling bertatapan.

“Bukan begituuuu.” sahut mereka kompak.

“Lalu?” tanya Jessica sambil memiringkan kepalanya, bingung. Tiffany dan Taeyeon kembali bertatapan satu sama lain.

“Ah! Kau suka Jaejoong yah?” tanya Tiffany asal. Berusaha mengalihkan pembicaraan. Taeyeon dan Jessica menatap Tiffany kaget “mengalihkan pembicaraan dengan topic yang buruk..” pikir Taeyeon seraya menggeleng-gelengkan kepalanya –frustasi.

“Yang benar saja!” bentak Jessica marah. Tiffany dan Taeyeon hanya menatapnya takut sambil sesekali menelan ludah.

“Aku benar-benar benci padanya! Dia benar-benar seperti Iblis keparat! Dia bahkan mengataiku Bocah kemarin!” lanjutnya sambil memukul-mukul mejanya.

“Begitu-begitu juga dia itu tetanggamu. Sahabatmu sejak kecil.” kilah Taeyeon datar.

“Apa urusannya kalau dia tetanggaku, huh? Dan.. kau keliru dalam bicara mu Mrs. Kim! Dia itu sahabatku saat kecil bukan sejak kecil! Sekarang dia bukan sahabatku lagi! Mana mungkin aku bersahabat dengan Iblis keparat itu?!!” teriak Jessica panjang lebar tepat di depan muka Taeyeon. Taeyeon menatapnya datar sebelum akhirnya mendorong Jessica agar menjauh darinya.

“Aku akan jadi dewasa agar dia menarik ucapannya yang mengatakan aku ‘bocah’!” lanjut Jessica semangat. Kemudian merampas perlatan make-up milik Tiffany. Dia mulai mendandani wajahnya sendiri. –Benar-benar bertekad menjadi seorang gadis yang dewasa.

Taeyeon menatapnya pasrah. menghembuskan nafasnya lalu kembali menghempaskan badannya di tempat duduknya yang berada tepat disebelah tempat duduk Jessica.

“Sepertinya seru juga nih..” Tiffany terlihat antusias. Dia terus menatap Jessica yang sedang sibuk mempoles wajahnya dengan perlatan make-up itu.

“Cih! Jessica jadi dewasa? Apa mungkin?” gerutu Taeyeon.

Tidak sampai 10 menit, Jessica selesai dengan peralatan make-up tersebut. Rambutnya yang biasanya dia kepang satu ke samping, sekarang dibiarkan nya tergerai. Poni yang menghiasi wajahnya, dia singkirkan. Dia yang biasanya tidak memakai mascara, sekarang malah sebaliknya. Dan hal lainnya yang tidak pernah dia tampilkan . Penampilannya memang terlihat jadi lebih dewasa. Tapi….

“Cantik sih. Tapi… benar-benar tidak cocok dengan Jessica.” gumam Taeyeon pelan. Dia menatap penampilan baru Jessica tersebut baik-baik. Tiffany juga melakukan hal yang sama, lalu menganggukkan kepalanya –setuju dengan perkataan Taeyeon.

“Aku akan pergi menemui namja bernama Kim Jaejoong itu!” semangat Jessica lalu bergegas pergi meninggalkan Taeyeon dan Tiffany.

“Dia bahkan tidak menanyakan apa pendapat kita tentang penampilan barunya itu?” tanya Tiffany frustasi.

“Benar-benar percaya diri sekali.” balas Taeyeon yang lagi-lagi langsung mendapat anggukan persetujuan dari Tiffany.

-o0o-

Jessica POV

“Hei Jaejoooong!” panggil ku –sok manis, ketika melihat Jaejoong mau pulang. Aku berjalan menghampirinya. Dia menoleh malas. Namun detik berikutnya, matanya terbelalak lebar.

Astaga~ apa aku terlalu cantik? Sampai-sampai dia sekaget itu? hihihi

“Pe-pe-penampilan macam apa ini?” tanyanya sambil memperhatikanku dari ujung rambut ke ujung kaki. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

Apa maksudnya itu?!!!!

“Dewasa, kan? Keren, kan?” pamerku sambil memutar badanku, kemudian tersenyum manis padanya. –meskipun sebenarnya aku ragu untuk melakukan hal tadi.

“Sama sekali tidak cocok untukmu!” tanggapnya datar. Aku membelalakkan mata ku kaget, kemudian menjatuhkan pandanganku menghadap lantai.

Aku maluuuuuuuuuuu…

“Jaejoong!” panggil seseorang –suara yeoja! Aku langsung mengangkat kepalaku. Lalu memutar badanku kearah sumber suara.

“Mau pulang, ya?” tanyanya pada Jaejoong.

Cantiknyaaaa~ dia betul-betul terlihat dewasa…

“Mmm.” Tanggap Jaejoong yang terlihat malas.

“Kau mau ikut ke taman hiburan? Aku punya 2 tiket!” tawarnya pada Jaejoong.

Dia benar-benar seorang wanita! Kenapa aku tidak bisa seperti ituuuuuu……..?

“Menarik juga.” balas Jaejoong. Aku langsung beralih menatap Jaejoong.

Haish… kenapa aku harus berada di antara mereka berdua. Seharusnya aku pergi saja dari tadi!

“Tapi maaf ya~ aku sudah ada janji dengannya hari ini.” tambah Jaejoong, kemudian dia menarikku mendekat ke arahnya.

Dia memeluk-ku!

DEG!

Hish~ kenapa aku jadi gugup begini?

“Ah~ begitu ya.. mianhae~” ucap yeoja itu sambil membungkukkan badannya pada Jaejoong dan aku.

Loh? Kenapa jadi dia yang minta maaf ??

“Gwaenchana.” balas Jaejoong datar. Yeoja itu mengangguk lalu pergi.

Ya ampuuunn… Sebegitunya pada Kim Jaejoong si iblis ini. ckckckck..

-o0o-

“Di sini saja, ya.” ucap Jaejoong saat sudah berada di lab kimia yang sudah kosong. Tentu saja kosong. Bel pulang sekolah kan sudah berbunyi sejak sekitar 15 menit yang lalu.

“Mau apa?” tanya ku bingung. Aku berhenti tepat di pintu. Masih enggan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Sini.” suruhnya. Dia sudah duduk di meja yang ada di sana.

DEG!

Haish~ kenapa jantung ku kembali berdetak, sih?! Jantung sialan!

Aku menghembuskan nafas pelan. Mencoba menenangkan diriku lalu berjalan perlahan mendekatinya. Aku berhenti tepat di hadapan nya.

“Lebih dekat lagi.” ucapnya sambil menarik tangan-ku, lalu mengangkat badan ku untuk duduk didepannya.

“A-apa sih!” bentak ku kesal. Tapi dia malah memutar tubuh-ku untuk membelakanginya

“Kurapikan rambutmu.”

“Ne?”

“Diamlah! Aku tidak mau jalan-jalan sama yeoja berpenampilan aneh.” Balasnya.

DEG!

Kenapa jantungku malah berdebar begini?

“Kau sudah biasa dengan seorang yeoja, yah?” tanya ku membuka pembicaraan.

“Iya. Aku kan punya adik perempuan yang berumur 5 tahun.”

“Itu sih aku tahu. maksudku…”

“Tapi, baru kali ini aku merapikan rambut seorang yeoja yang seumuran ku.” potongnya. –seakan mengerti dengan arah pertanyaanku. Aku mengangguk mengerti.

“Jangan bergerak! Nanti tidak rapi!” perintahnya. aku langsung diam. “susah juga.” Lanjutnya.

“Maaf jadi merepotkanmu.” ucap ku pelan. Tidak ada Jawaban.

“Seharusnya kau tidak perlu mengganti penampilan.” Ujarnya setelah beberapa saat hanya terdiam.

“Habisnya kau mengataiku bocah.” gerutuku sambil mengingat perkataannya kemarin.

“Kau punya sisi baik kok.” balasnya yang sesungguhnya tidak nyambung sama sekali dengan ucapan ku sebelumnya.

“Sisi baik?”

“Nah, selesai!” ucap Jaejoong tiba-tiba. Dia menyerahkan sebuah cermin padaku. Entahlah dia dapat dari mana. Aku tidak mau tahu!

Aku menatap pantulan wajah ku di cermin. Dan…

DI-DIKEPANG DUA?!

Aku langsung membalikkan badanku ke arahnya. Dia hanya memasang wajah yang seolah berkata “kenapa?”

“Kau sama kan aku dengan adik mu?!!” bentakku.

Dia langsung mengeluarkan seringaian nya, “Manis kok. Aku suka.” Ucapnya.

DEG! Aku langsung terdiam

“Teknik pertama..” ucap Jaejoong tiba-tiba. Aku langsung menatapnya.

“Kalau mau puji, puji saja!” ucapnya lagi. “Tadi aku sempat bilang ‘suka’ kan?”

Ternyata itu salah satu tekhniknya…

Tunggu.. tekhnik? HAH!! Jadi tadi? Hish~ ku pikir dia … ah Lupakan!

“Baiklah.. tekhnik selanjutnya sambil jalan. Ayo pergi!” ucapnya sambil menarik tanganku meninggalkan ruang lab tadi.

END JESSICA POV

“Jaejoong! Lihat itu!”

“game centre?”

“Beruang itu kan boneka edisi khusus!” ucap Jessica sambil menatap Jaejoong dengan puppy eyes-nya. Jaejoong yang melihat expresi Jessica tersebut langsung menelan ludah. “Damn!” pikirnya sambil memalingkan wajahnya.

“Jebal~” pinta Jessica lagi. Dia masih memasang puppy eyes andalannya.

Jaejoong menghela nafas malas. “Tidak bisa! Terlalu di bawah.” tegas Jaejoong. Jessica mengembungkan pipi-nya bertanda dia sedang kesal. Jaejoong terlihat seperti menahan senyumnya. Namun, beberapa detik setelah itu, Jessica malah mengeluarkan evil smile nya.

“Jaejoong ah~ bagi mu.. main jepit boneka bukankah sama gampang nya dengan meraih hati yeoja?” puji Jessica yang masih berharap Jaejoong mau mengambilkan boneka tersebut untuknya.

“Ya! Itu memang benar!” balas Jaejoong bangga. Jessica berubah menatapnya menjadi malas.

“DASAR IBLIS!!” teriaknya. Jaejoong dengan reflex membekap mulut Jessica dengan tangannya.

“Yak! Jangan berteriak keras-keras! Ini tempat umum!”

Tanpa pikir panjang Jessica malah menggigit tangan Jaejoong. Membuat Jaejoong langsung berteriak dan menarik tangannya dari gigi Jessica. Jessica hanya mengeluarkan seringaiannya melihat expresi Jaejoong tersebut. Sedangkan Jaejoong? Dia memelototi Jessica sampai mata tajam nya itu bagai mau keluar dari tempatnya *author nya lebay XD

Jessica hanya membuang muka.

“Kalau begitu.. apa yang membuat mu menyukai seseorang?” tanya Jaejoong tiba-tiba, mengganti topic pembicaraan. Dia masih mengusap-usap tangannya yang habis digigit Jessica tadi.

Jessica menoleh. Dia terdiam beberapa detik. “tidak tahu.” ucapnya akhirnya.

Jaejoong mencibir tidak jelas. “Kau ini.. sok jago menasehati ku, tapi..”

“Aku tidak tahu. Tapi aku senang kalau bisa tertawa di samping orang itu.” balas Jessica memotong perkataan Jaejoong.

“Meski kau di tolak oleh nya?” tanya Jaejoong yang kembali memelototi Jessica.

“Yaa tidak apa-apa. Itu artinya… orang itu memang bukan jodoh ku. Hehe.” jawab Jessica sambil terkekeh pelan.

Jaejoong terdiam. Dia menatap Jessica yang sedang memperlihatkan deretan gigi putihnya itu. “Aku juga ingin menyukai orang seperti itu.” gumamnya pelan.

“Ne?”

“Ah, Lupakan saja!”

“Jaejoong ah~”

“Nah, dapat!”

“eh? Mana?” tanya Jessica tidak sabar menunggu boneka impiannya keluar.

Setelah boneka tersebut keluar. Jessica langsung mengambilnya. “Bukan yang ini….” ucapnya lirih.

“Apa?! Tadi katamu yang itu!” teriak Jaejoong kesal. Jessica hanya terdiam sambil menatap boneka beruang putih yang baru di dapatkan Jaejoong tadi.

Sedangkan Jaejoong masih berusaha mendapatkan boneka beruang polkadot yang di maksud Jessica. Jaejoong sudah mendapatkan tujuh boneka. Namun boneka yang di maksud Jessica masih belum berhasil dia dapat kan.

Jessica terdiam mematung melihat Jaejoong yang berusaha keras mendapatkan boneka beruang polkadot yang dia inginkan tadi.

“Jaejoong ah~ sudah.. yang ini saja.”

“Haish.. boneka beruang yang satu ini” geram Jaejoong menghiraukan ucapan Jessica dan masih focus pada boneka-boneka yang ada dalam tabung kaca yang besar itu.

“Sudahlah~ yang ini saja.” ucap Jessica lagi. Berusaha menghentikan aksi Jaejoong tersebut.

“Tenang saja! Boneka yang kau inginkan.. pasti bisa ku dapatkan.”

Lagi-lagi Jessica hanya bisa terdiam melihat si keras kepala Jaejoong tersebut yang masih berkutat dengan alat tersebut. Dia tersenyum tipis –namun bermakna.

“Sudah.. yang ini saja!” ucap Jessica sambil memegang lengan Jaejoong agar Jaejoong berhenti. Jaejoong menatapnya.

“Bukankah kamu sudah susah payah mengambilnya?” Jaejoong terdiam.

“Lihat nih! Si gendut ini lucu juga, kan?” lanjut Jessica sambil memperlihatkan boneka pertama yang di dapat Jaejoong itu tepat di depan wajah Jaejoong.

Jaejoong masih terdiam. Bukannya menatap boneka yang di perlihatkan Jessica tersebut, tapi dia malah sibuk menatap wajah Jessica yang sedang tersenyum senang. Perlahan, bibirnya pun mulai membentuk sebuah lengkungan –dia ikut tersenyum.

“Kenapa mengajakku ketempat ini?” gerutu Jessica sambil terus berjalan mendahului Jaejoong saat Jaejoong mengajaknya ke tempat yang cukup tinggi. Taman bukit. Namun, ocehannya langsung terhenti ketika dia sudah berada di pinggiran tempat itu. Dia menatap takjub seluruh pemandangan kota Seoul malam itu.

Jaejoong yang baru tiba tepat di samping nya tersenyum tipis melihat expresi Jessica tersebut. “Makanya.. jangan mengoceh terlebih dulu.” sindirnya.

Jessica tersenyum malu, “mianhae~” ucapnya.

“Sudah kuduga.. kau pasti suka tempat ini.”

“dia sengaja mengajakku ketempat ini?” pikir Jessica dalam hati. “Hmp.. aku akan pilih tempat ini untuk menyatakan perasaan ku nanti! Bodoh nya aku.. selalu menyatakan perasaan ku pada seseorang saat sedang di sekolah” ucapnya sambil tertawa aneh. Yang sesungguhnya dia hanya berusaha menutupi kegugupannya.

Jaejoong tersenyum mendengar perkataan Jessica tersebut. “Yang penting kau harus memperlihatkan sisi baikmu.. kau selalu bersemangat meskipun cara pikir mu sangat teramat pendek,” balas Jaejoong. Jessica yang mendengarnya hanya bisa menatap Jaejoong –kesal.

“Tapi.. meskipun begitu, kau selalu berjuang.” lanjutnya. mendengar perkataan Jaejoong tadi, Jessica langsung tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya. Jaejoong lagi-lagi dibuat tersenyum melihat tingkahnya tersebut.

“Sesungguhnya.. kau sangat pantas untuk disukai.” ucap Jaejoong lagi.

“gomawo~” balas Jessica seadanya.

“Aku juga.. menganggapmu seperti itu.” Suara Jaejoong memelan. Namun Jessica dapat mendengar perkataannya saat itu.

DEG!

Jessica terbelalak lebar. Dia kaget dengan perkataan Jaejoong tadi. Meskipun tidak terlalu mengerti dengan perkataan terakhir Jaejoong, tapi.. dia dapat dengan jelas merasakan pipinya memanas.

“Jadi haus nih~” Jessica berusaha mengalihkan pembicaraan. “Sebagai tanda terima kasihku.. ku traktir jus yah..” kemudian berlari ke arah tempat box minuman yang ada di dekat taman itu.

Jaejoong berjalan mengikuti nya. “mau yang mana?” tanya Jessica.

Jaejoong melihat ke arah box minuman itu. Lalu kembali menatap Jessica yang berada tepat di samping nya. “Yang ini.” tunjuknya pada dahi Jessica. Jessica mengernyit bingung.

“Apa maks.. hmp.” belum sempat Jessica menyelesaikan kata-katanya Jaejoong sudah terlebih dahulu mengunci mulut Jessica dengan mulutnya. Jessica terbelalak kaget. namun dia hanya diam dan tidak melakukan perlawanan apapun.

Jaejoong tidak memaksa Jessica agar membalas ciumannya. Karena pada nyatanya dia hanya sekedar menempelkan bibirnya saja.

Hampir 20 detik mereka dalam posisi tersebut. Perlahan Jaejoong melepaskan ciumannya. Dia menatap wajah Jessica dalam diam “wajahnya memerah. Apa itu artinya aku berhasil …?” pikirnya dalam hati.

“Aku akan mengantarkan mu pulang.” ucapnya kemudian dengan nada datar. Jessica hanya mengangguk pelan tanpa menatap kearah Jaejoong.

-o0o-

“Morning, Jess!” sapa Tiffany ketika melihat Jessica masuk ke dalam kelas.

“Morning~” balas Jessica seraya tersenyum manis.

“Lho? Gaya rambutmu kenapa? Di ubah lagi?” tanya Taeyeon sambil memegang rambut Jessica yang di kepang dua itu.

Jessica mengangguk. “Manis!” sahut Tiffany tiba-tiba.

“Gomawoooo” Jessica langsung memeluk Tiffany. –seakan baru mendapat kabar paling indah dalam hidupnya.

“Sepertinya hari ini senang kali.” sindir Taeyeon.

Jessica melepaskan pelukannya dari Tiffany. Dia menatap Taeyeon sambil tersenyum malu. Wajahnya memerah.

“Benarkan..” ledek Taeyeon.

“Benar juga! Hari ini wajahmu terlihat sangat cerah! Ada apa?” tanya Tiffany antusias.

“Apa Jaejoong mengajari teknik yang sangat keren padamu?” tanya Taeyeon kemudian.

“Bu-bukan kok.” balas Jessica sambil tertawa pelan.

Taeyeon dan Tiffany menatapnya curiga. “Haish! Jangan menatapku seperti itu!” gerutu Jessica yang merasa risih. Dia menatap kedua sahabatnya itu kesal. Dan tiba-tiba saja matanya menangkap sosok Jaejoong yang sedang lewat di depan kelasnya bersama seorang yeoja.

“Jaejoong!” panggil Jessica. Jaejoong menoleh ke arahnya sebentar, lalu membuang muka dan kembali berjalan bersama yeoja itu.

Jessica menunduk sambil mengepalkan tangannya –marah. “Dia… buang muka?” geramnya.

“Jessica? kau tidak apa-apa?”

“Grrrrrr… dia .. Kim Jaejoong.. beraninya dia….”

“K-kau kenapa?” tanya Tiffany takut.

“Dasar Iblis Keparat!!” teriak Jessica sambil menghempaskan tas-nya ke meja-nya lalu segera berlari keluar kelasnya.

“Hei Jessica! Kau mau kemana?!” teriak Taeyeon sambil memegang lengan Jessica.

“Aku mau menyatakan perasaan ku!” jawab Jessica tanpa ada keraguan sedikit pun.

“Eh? Yang ke 10 kali?! Uwaaaaa… ini akan menyenangkan.” ucap Tiffany antusias. Taeyeon langsung menatapnya dengan Death glare yang hanya dibalas Tiffany dengan seringaian aneh nya.

Sementara itu Jessica menghempaskan tangan Taeyeon yang dari tadi memegang lengannya. Kemudian kembali berlari pergi untuk menyatakan perasaan nya –lagi.

Siswa-siswi yang mendengar perdebatan Jessica, Taeyeon, dan Tiffany tadi langsung heboh sendiri.

“Jessica mau menyatakan perasaan nya lagi!” heboh salah seorang namja sambil berlari menghampiri teman-temannya.

“Dimana?”

“Di sana tuh!” ucap mereka lalu berlari mengikuti arah Jessica pergi. Tiffany pun ingin ikut berlari untuk melihat Jessica. Namun, tiba-tiba tangannya ditahan Taeyeon. Dia langsung menatap Taeyeon kesal yang malah dibalas Taeyeon dengan tatapan yang lebih mengerikan dan berhasil membuat Tiffany bergedik takut.

“Hei! Mana Jessica?!!” tanya seseorang pada Taeyeon dan Tiffany dengan nada yang terengah-engah.

“Jaejoong?”

“Pergi! Katanya mau menyatakan perasaannya lagi pada seseorang.. untuk yang ke-10 kalinya!” balas Tiffany semangat.

“M-mwo?” kaget Jaejoong mendengar jawaban Tiffany tersebut. Dia beralih menatap kearah perginya siswa-siswi yang sedang mengejar Jessica. “Yeoja yang satu ini…” geramnya lalu pergi untuk mencari Jessica. Tiffany pun mengikutinya. Sedangkan Taeyeon hanya geleng-geleng kepala melihat adegan tersebut.

“Awas kau Kim Jaejoong! Akan kutunjukkan padamu… kalau aku suka padamu!” gerutu Jessica sambil tetap berlari kearah kelas Jaejoong.

Namun tiba-tiba..

“Yak! Hentikan!” teriak Jaejoong lalu meraih pundak Jessica dengan keras sehingga membuat Jessica langsung memutar badannya kearahnya.

“Jaejoong!”

“Kau tidak boleh menyatakan perasaan mu lagi! Babo yeoja!” bentak Jaejoong.

“Ah, bawel! Ini adalah hak-ku!”

“Tidak boleh!”

“Apaan sih?!!”

“Tidak boleh!”

“Yak! kauu…” geram Jessica kesal.

“Aku duluan!” balas Jaejoong aneh. Jessica terdiam. “Aku suka padamu!” lanjutnya pelan.

“A-apa katamu?” tanya Jessica kaget.

“Aku suka…” Jaejoong membuat batuk kecil, “ukh… ini pernyataan cinta pertama dalam hidup ku!”

“Apa sih? jangan bercanda!”

“Aku serius! Aku memang suka padamu!” balas Jaejoong meyakinkan.

“Tapi… kau buang muka saat ku panggil tadi. Dan kau pergi dengan yeoja lain!”

“Tapi aku sungguh-sungguh menyukaimu,” balas Jaejoong yang sebenarnya merupakan penyataan yang lagi-lagi sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perkataan Jessica tadi. Lalu dia segera memeluk Jessica –erat. “Ku mohon… Jangan menyatakan perasaan mu pada namja untuk yang ke-10 kali nya.” lanjutnya.

Meskipun jawaban Jaejoong tadi sama sekali tidak menjawab rasa penasaran Jessica kenapa tadi Jaejoong membuang muka saat dia panggil, dan kenapa Jaejoong pergi bersama yeoja lain tadi. Tapi, pernyataan Jaejoong tadi sudah cukup membuatnya sangat senang.

“Tidak kok…” balas Jessica pelan.

Jaejoong melepaskan pelukannya dan menatap Jessica bingung. “Tapi… siswa-siswi tadi bilang.. katanya kau mau menyatakan perasaan mu lagi.”

Jessica tersenyum mendengar perkataan Jaejoong tersebut, “Kim Jaejoong…. Aku suka padamu~” ucapnya kemudian pada Jaejoong.

Jaejoong terbelalak kaget mendengar pernyataan Jessica tersebut, “jadi… dia ingin menyatakan perasaanya itu … padaku?” tanyanya dalam hati.

“Jung Jessica….”

“Ini tekhnik ku!” ucap Jessica lagi. “Inilah jebakan cinta untuk sang Iblis!” lanjutnya bangga. Jaejoong tersenyum melihat tingkah Jessica tersebut.

“Dasar bocah!” gumam Jaejoong sambil menyentil jidat Jessica. Lalu berjalan meninggalkan Jessica.

“Yak! Kim Jaejoong! Aku dengar itu!” bentak Jessica sambil berlari menyusulnya.

….

“uwaaaaa…. Penonton kecewaaaa” ucap Tiffany asal. Taeyeon hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Tiffany. Kemudian dia kembali melihat Jessica yang terus keliling-keliling di sekitar Jaejoong. Mencerami Jaejoong yang hanya di tanggapi Jaejoong dengan berkata.. “aku tak dengaarrrrr~” sambil menutup telinga nya. Taeyeon tersenyum lalu menggeleng-gelengkan kepalanya lagi. “Childish!” tanggapnya.

=FIN=

sebenarnya ni fanfic udah pernah ku post di fb. tapi, daripada ngeliat blog ini kosong .. jadi, aku isi-isi aja sama fanfic-fanfic yang pernah ku buat dulu~ ^^

Iklan

23 thoughts on “[Oneshoot] My Lovely Devil

  1. wah ceritanya manis sekali,meningkatkan jiwa jaesica shipperku. . .
    Karakternya juga sesuai,good job chingu!
    Oh iya itu yang diprotect ff tentang jaesica bukan?kalo iya mau pinnya dong,hehehe
    satu lagi oneshot ini mau aku rekomendasikan,boleh ga?
    Oh iya ada ff jaesica bagus loh di ffindo.wp.com judulnya ‘i choose to love you’

    • haha~ gomawoo~ :3
      gak ada yang di protect lagi kok~ silakan baca sesukanya ^^
      di rekomendasikan? hehe~ terserah sih.. tapi, aku maluuuuu~ *alay
      ‘I choose to love you’ ff punya temen fb saya XD
      aku udah baca kok ~ 🙂

  2. Ping-balik: JAESICA #2 « fafajung

  3. Astampun~

    JaeSica manis banget di ff ini (≧▽≦)づ♥

    suka karakter masing-masing cast, kecuali taeng XD
    masa taeng kesannya dingin sih? dia kan dorky :p
    muehehe..

  4. hahahaa.. lucu ff ny aplgi ps sica mnjmbk rmbt jaejoong oppa
    jaejoong oppa suka sekli menggoda sica eh tpi diam2 lngsng mncium sica kyyaaa soswet bngt certa ny
    happy ending

  5. tega banget orang yang udah nolak jessica eonni*asahgolok,,,,untung ada jae,,,so sweeet deh kenapa ff chingu/eonni manis-manis banget ya ahhh,,,cocok ma jaesica couple.suka-suka!^^

  6. OMG
    Ƌƙび bener2 tergila2 sama couple JaeSica..
    Bagusss..!!! Keep writing (y)
    (•̃͡-̮•̃͡)∫
    Ϛ♥ ☺ķªª¥ 😉
    ☁/ \☁.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s